Selamat Membaca

Tampilkan postingan dengan label Konflik Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konflik Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Juli 2011

DAJJAL AL-MASIH


CIRI-CIRI DAJJAL

Diantara tanda-tanda hari kiamat adalah munculnya Dajjal, yaitu sosok manusia dari turunan Adam yang akan menjadi fitnah bagi manusia.karena besarnya fitnah Dajjal dan sangat berbahayanya bagi manusia,maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjelaskan sifat-sifatnya secara rinci dalam berbagai hadits.
Hadits-Hadits tentang Dajjal sangat banyak dan shahih,bahkan para Ulama menganggapnya mutawatir. Tidak ada seorangpun dari kalangan ahlussunnah yang menentang berita munculnya Dajjal tersebut, kecuali –seperti biasanya kelompok yang lebih menuhankan akalnya—Mu’tazilah dan Rasionalis. Mereka menganggap bahwa Dajjal hanyalah ungkapan tentang sifat, Bukan satu sosok makhluk yang disebut dengan Dajjal. Maka –menurut mereka—setiap orang yang memandang segala masalah hanya dengan sebelah mata yaitu hanya dengan barometer dunia, maka dia adalah Dajjal.

Tentunya anggapan mereka ini adalah anggapan batil yang terbantah dengan hadits-hadits yang shahih. Kami kira cukup kami nukilkan hadits-hadits tersebut yang menjelaskan sifat-sifat Dajjal. Niscaya akan menjadi jelas apakah Dajjal itu sebuah ungkapan,sifat atau memang sesosok makhluk dari jenis manusia yang akan muncul di akhir Zaman.



*Ciri-ciri Dajjal :




Dajjal Buta sebelah Matanya

Diriwayatkan dari Ibnu Umar رضي الله عنهما bahwasannya Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyebutkan Dajjal ditengah-tengah manusia seraya berkata:

إن الله لايخفى عليكم إن الله ليس بأعور ألا وإن المسيح الدجال أعور العين كأن عينه عنبة طافية

Sesungguhnya Allah ta’ala tidak Buta.Ketauhilah bahwa al-Masih ad Dajjal buta sebelah kanannya.seakan-akan sebuah anggur yang busuk. (HR. Bukhari)



Dajjal adalah Pemuda Keriting

Dari an-Nawwas bin sam’anرضي الله عنه berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم ketika mensifati Dajjal :

إنه شاب قطط عينه طافية كأني أشبهه بعبد العزى بنقطن(روه مسلم

dia adalah seorang pemuda keriting,matanya rusak,seperti aku melihat mirip dengan abdul ‘Uzza ibnul Qathn. (HR.Muslim)



Dajjal adalah laki-laki pendek

Diriwayatkan daru Ubadah bin Shamit رضي الله عنه, berkata Rasullah صلى الله عليه وسلم :

إن مسيح الدجال رجل قصير جعد أعور مطموس العين ليس بنا تئة ولا حجرا فإن ألبس عليكم فاع لموا أن ربكم ليس بأع ور

Sesungguhnya Dajjal adalah seorang laki-laki yang pendek, afja’ (pengkor), keriting,buta matanya sebelah tidak timbul tidak pula berlubang.Kalau ia membuat kalian ragu-ragu ketauhilah Rabb kalian tidak buta.(HR. Daud; dan dishahihkan oleh al-Bani dalam shahi al-Jami’u ash-Shagir,Hadits no.2455)

Afja’ dalam hadits diatas adalah seorang yang kalau berjalan meregangkan antara dua kakinya seperti seorang yang selesai di khitan. Dan ini adalah salah aib dajjal juga,demikian dikatakan dalam Aunul Ma’bud Syarh Abu Dawud, Hal.298)



Dajjal Lebar lehernya dan Bungkuk

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه,bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

وأما مسيح الصلالة فإنه أعور العين أجلى الجبهة عريض النحر فيه دفأ كأنه قطن بن عبد العزى

Adapun penebar kesesatan (Dajjal),maka dia buta matanya sebelah,lebar jidatnya,luas lehernya dan agak bungkuk mirip dengan Qathn Ibnu Abdil Uzza. (HR.Ahmad dalam Musnad-nya ; Berkata Ahmad Syakir : “isnadnya shahih” dan dihasankan oleh Ibnu Katsir)



Memiliki “Surga” dan “Neraka”


Dari Huzaifah رضي الله عنه bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

الدجال أعور العين اليسري جفال الشعر معه جنة و جنته نار

Dajjal matanya buta sebelah,cacat mata kirinya, tebal rambutnya,dia memilki surga dan neraka”. Surganya adalah neraka Allah,dan nerakanya adalah surga ALLah.(HR.Muslim)



Diantara Kedua mata Dajjal tertulis KAFIR

Dari Annas رضي الله عنه, berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

…ألا إنه أعور وإن ربكم ليس بأعور وإن بين عينيه مكتب كافر فيه

…Ketahuilah sesungguhnya dia (Dajjal) buta sebelah sedangkan Rabb kalian tidak buta.Dan sesungguhnya diantara kedua matanya tertulis KAFIR.(HR.Bukhari)

Dalam riwayat lain disebutkan :

ثم تهجاها (ك ف ر) يقروه كل مسلم

…Kemudian mengejanya (Kaf , Fa , Ra) semua Muslim dapat membacanya.(HR.Muslim dalam shahihnya kitab Fitan (18/59-SyarhImam Nawawi)

Dalam riwayat lain dari Hudzaifahرضي الله عنه dikatakan :

يقرؤه كل مؤمن كاتب وغير كتب

…Setiap Mukmin dapat membacanya, apakah dia bisa tulis atau pun buta huruf.(HR.Muslim)


Para Nabi telah memperingatkan dari Fitnah Dajjal

Dari Annas رضي الله عنه, berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

ما عث نبي إلا أنذر أته الأعور الكذاب ألا إنهأعور و إن ربكم ليس بأعور وإن بين عينيه مكتوب كلفر فيه

Tidaklah diutus seorang nabi pun, kecuali memperingatkan umatnya dari bahaya si buta,sang pendusta.ketauhilah sesungguhnya dia buta sebelah sedangkan Rabb kalian tidak buta.Dan sesungguhnya diantara kedua matanya tertulis KAFIR.Dajjal besar badnnya.(HR.Bukhari)

Dari Imran bin Husain Radiyallahu anhu, beliau mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda :

ما بين خلق آدم إلي فيام السا عة خلق أكبر من الد جال

“tidak ada saru makhluk pun sejak Adam sampai hari kiamat yang lebih besar dari Dajjal.(HR. MUslim)



Dajjal tidak memiliki keturunan

Dari abu sa’id al khudry رضي الله عنه, ia ditanya;

ألست سمعت رسوالله صلي الله عليه وسلم يقول إنه لا يو لد له قل قلت بلى

Bukankah engkau telah mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata ; Sesungguhnya dia (dajjal) tidak mempunyai keturunan.” (Abu Sa’id) menjwab : “ya”. (HR. Muslim)



*Tempat Munculnya Dajjal

Diriwayatkan dari Abu Bakar Ash Siddiq رضي الله عنه, Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyampaikan kepada kami :

الدجال يخرج من أرض بالمشرق يقال له خوراسان

Dajjal akan keluar dari bumi belahan timur yang disebut khurasan.(HR.Tirmidzi;dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih Jami’ ash Shaghir (3/150)

Diriwayatkan dari Annas bin Malik رضي الله عنه ia berkata : Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda

يجرج الدجال من يهودية أصبها ن معه سبعون ألفا اليهود

Dajjal akan keluar dari daerah Yahudi Asbahandan bersamanya tujuh pulh ribu orang dari kalangan Yahudi (HR. Ahmad)

Berkata Ibnu Hajar Asqalani : “ Adapun tentang dari mana munculnya Dajjal maka ini sangat jelas yaitu dari arah Masryg.” (Fathu Bary (13/91)

Berkata Ibnu Katsir : “awal munculnya Dajjal dari Ashbahan, dari desa yang disebut dengan desa Yahudi (al Yahudi-yah).” (an-Nihayah/al-Fitan wal malahin (1/128)



*Dajjal tidak dapat masuk Makkah Madinah

Allah subahanahu wa ta’ala telah mengharamkan Dajjal masuk Mekah dan Madinah. Sesunggunya dia menjelajahi segala negeri kecuali keduanya.

Dirwayatkan dari Fatimah binti Qais Radhiyallahu anha, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم menceritakan tentang kisah Tamim ad-Daari tersebut dan pengalamannya ditengah lautan ketika bertemu dengan sesosok makhluk yang terbelenggu. Rasulullah صلى الله عليه وسلم membenarkan kisah Tami ad-Daari tersebut adalah Dajjal yang akan keluar di akhir Zaman.maka para Ulama menerima riwayat tersebut dari pembenaran Rasulullah صلى الله عليه وسلم .

Didalam kisah tersebut disebutkan bahwa Dajjal berkata : “…maka aku akan keluar dan mengelilingi dunia.tidak ada satupun Daerah kecuali aku masuki dalam waktu 40 malam,kecuali Makkah dan Thayibah karena keduanya diharamkan atasku. Setiap aku akan memasuki salah satunya, maka akau di halangi oleh malaikat-malaikat yang ditangan-tangan mereka tergenggam pedang-pedang yang terhunus menghalauku dari keduanya…” maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengatakansambil menunjuk dengan tingkat ketanah:

هذه طيبة هذه طيبة هذهطيبة يغني المدينة ألا هل كنت حدثتكم ذلك؟ فقال الناس نعم فإنه أعجبني حديث تميم أنه وافق الذي كنت أحدثكم عنه وعن المدينة ومكة ألا إنه في بحر الشامأو بحر اليمن لابل من قبل المشرق ما هو من قبل المشرق ما هو من قبل المشرق ما هو وأومأ بيده إلى المشرق

“inilah yang di maksud Thoyibah, inilah yang dimaksud yakni al Madinah. Bukankah aku pernah mengatakannya kepada kalian?” maka manusia menjawab : Ya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata: “Sungguh sangat mengagumkan aku berita dari Tamim ad-Daari ini,sesungguhnya ia cocok dengan apa yang telah aku sampaikan kepada kalian tentang Madinah dan Makkah. Ketauhilah sesungguhnya dia (Dajjal) ada di laut Syam atau dilaut Yaman.Tidak, Bahkan di arah Masryq,bahkan diarah Masryq sambil mengisyaratkan dengan tangannya kearah Masryq.(HR. Muslim dalam Shahih Muslim/Kitabul Fitan wa Asyrathu as-Sa’ah bab qishatul jassaasah,juz 18/83 dengan syarh Nawawi). (Hadits lengkapnya Insya Allah akan kami muat pada edisi mendatang)



*Para Pengikut Dajjal

Diriwayatkan dari Annas bin Malik رضي الله عنه : SesungguhnyaRasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

أن رسوالله صلى الله عليه وسلم قل يتبع الدجال من يهود أصبهان سبعون ألقا عليهم الطيالسة

“akan mengikuti Dajjal orang-orang dari kalangan Yahudi Ashbahan 70 ribu orang yang dipimpin oleh thayalisah(HR.Muslim)

Dalam riwayat lain Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

ينزل الدجال في هذه السخة بمرقناة فيكن أكثر من يخرج إليه النساء حتى إن الرجل ليرجع إلى حميمه وإلى أمه وابنته وأخته وعمته فيو ثقها ربا طا مخافة أن تخر ج إليه

Dajjal akan turun dari daerah dataran ber-garam yang bernama Marriqanah. Maka yang banyak mengikutinya adalah para wanita,sampai seorang laki-laki pulang kerumahnya menemui istirnya,ibu dan anak perempuan serta saudara perempuan dan bibinya kemudian mereka ikat karena khawatir kalau-kalau keluar menemui Dajjal dan mengikutinya.(HR. Ahmad(7/190) dan dishahihkan oleh Ahmad syakir).



*Berlindung dari fitnah Dajjal


Oleh karena itu rasulullah صلى الله عليه وسلم mengajarkan kepada kita untuk berlindung kepada Allah dari bahaya fitnah Dajjal khususnya di akhir shalat setelah tasyahud sebagai berikut:

اللهمإني أعو ذبك من عذاب جحنم ومن عذاب القبر ومن فتنة المحيا والممات ومن فتنة المسيح الدجال

Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-MU dari adzab neraka Jahannam,dariadzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejahatan fitnah al masih ad-Dajjal.(HR.Muslim)



Peringatan !!!

Syaikh al Albani rahimahullah berkata : “ketahuilah bahwa hadits-hadits tentang Dajjal dan turunnya Isa ‘alaihi Salam adalah mutawatir dan kita wajib mengimaninya.jangan tertipu dengan orang yang menganggap bahwa hadits-hadits tersebut adalah ahad (tidak mutawatir).karena mereka adalah orang-orang bodoh tentang ilmu hadits. tidak ada dari mereka yang telah menelusuri semua jalan-jalan hadits ini. kalau saja mereka mau menelusurinya,niscaya mereka pun akan mengatakan bahwa hadits ini mutawatir sebagaimana ucapan para imam ahlul hadits.seperti al-Hafidh ibnu Hajar as Qalani dan lain-lainnya.

Sungguh sangat disayangkan adanya orang-orang yang lancang berbicara tentang masalah ini dalam keadaan tidak memiliki spesialisasi dalam bidangnya,apalgi perkara ini perkara agama bahkan perkara aqidah.(lihat Takhrij Syarh Aqidatu ath-Thahawiyah,oleh Syaikh al-Albani,hal 501)

Wallahu a’alam


 artikel berasal dari suatu sumber yang saya lupa namanya

semoga bermanfaat!!
salam payah http://waningalah.blogspot.com/

Minggu, 10 Juli 2011

Islam Liberal

ISLAM LIBERAL
MENIKAM ISLAM DENGAN BAJU ISLAM?

Kelak kalian akan medapatkan suatu kaum, mereka mengaku mengajak kalian kembali kepada kitabullah, namun sesungguhnya mereka membuangnya di belakang punggungnya, maka hendaklah kalian berpegang pada ilmu, dan jauhilah kalian perbuatan bid’ah...dan hendaklah kalian berpegang kepada salaf. (Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ’Anhu).


”Islam di sini terlalu fikih, terlalu hukum, terlalu sibuk ngurusin syariat, Tuhan, dan sebagainya. Tuhan nggak usah diurus,” demikian kata Prof. Dr. Arif Budiman, sosiolog dari University of Melbourne Australia sekaligus mantan dosen Universitas Satya Wacan tatkala berbicara tentang Islam.
Dia juga memiliki pemahaman (mengikuti idolanya Ahmad Wahib) sebagaimana ia katakan, ”dijaman Nabi nggak ada orang Kristen; Kafir itu orang yang memang jahat dan biadab. Jadi yang dimaksud kafir dalam konteks itu lain dengan yang sekarang. Sekarang banyak orang yang beragama lain, dan banyak orang baik-baik di luar Islam. Dulu kan orang Barbar yang diambil dan disuruh masuk Islam. Jadi kafir pun harus di kontekskan. Dengan begitu kita bisa mengerti apa yang disebut orang kafir itu. Dan bahwa berhala yang diperangi oleh Nabi adalah semata-mata berhala kapitalisme.”
            Ini adalah sebagian kecil saja dari pemahaman yang dimiliki oleh Islam aliran baru yang bernama ”Islam Liberal.” Tidak sedikit orang-orang ”Islam” yang memiliki pemahaman semacam itu, karena ajaran tersebut dibawa oleh orang-orang ”intelek”, ”cedikiawan” dam mendapatkan ilmu baru tentang Islam (yang tidak dikenal dari sumber yang aslinya), yakni dari universitas di Chicagho.

MUNCULNYA ISLAM LIBERAL

            Sudah menjadi kebiasaan Barat, mereka sengaja menciptakan bermacam istilah dan terminologi untuk meletakkan Dunia Islam dalam aneka perangkap. Mereka, misalnya, menciptakan sejumlah dikotomi : Islam Tradisional-Modern, Islam Moderat-Fundamentalis, Islam legalistik/formalistik-substantif normatif, Islam kultural-struktural, dan Islam inklusif-eksklusif; termasuk dalam hal ini adalah apa yang dikenal dengan istilah yang sangat absurd : Islam Liberal. Intinya bahwa Islam yang digali dari sumber aslinya selalunya dikonotasikan negatif sedangkan Islam dengan pemikiran barulah yang bernilai positif.
            Charles Kurzman, profesor sosiologi agama di Universitas North Carolina, memperkenalkan istilah atau gerakan baru di Dunia Islam ini dalam bukunya, Islamic Liberalism (Telah diterjemahkan oleh Penerbit Paramadina-Jakarta dan diberi judul Wacana Islam Liberal: Pemikiran Islam Kontemporer tentang isu-isu Global).
            Sebelumnya telah muncul Leonard Binder yang mencoba menyodorkan paham tersebut dalam bukunya, Islamic Liberalism: A Critique of Development Ideologies.

IDEOLOGI ISLAM LIBERAL

            Islam Liberal dianggap sebagai suatu respon otentik Islam dewasa ini dalam mengapresiasi gagasan-gagasan terbaik liberalisme Barat. Tema-tema umum yang dicakup dalam Islam Liberal mencakup masalah politik- kenegaraan, demokrasi, hak-hak perempuan (kesetaraan gender), hak-hak non-Muslim (Pluralisme), kebebasan berfikir (freedom of thought), dan gagasan tentang kemajuan (medernisasi). Pandangan tokoh-tokoh seperti Ali Bula (Turki), Chandra Muzaffar (Malaysia), Mohammad Talbi (Tunisia), Humayun Kabir (India), Syed Vahiduddin (India), Nurcholish Madjid dan Abdurrahman Wahid (Indonesia), Abdul-Karim Soroush (Iran), Farid Esack (Afrika Selatan), Hassan Hanafi ( Mesir), Amina Wadud-Muhsin (Amerika Serikat), Abdullahi an-Na’im (Sudan), Mehdi Bazargan (Iran), dan Fatiam Mernissi (Maroko) diposisikan sebagai pandangan yang mewakili respon kemurnian Islam atas isu-isu kontemporer.
            Islam Liberal yang digulirkan intelektual Barat, pada akhirnya lebih merupakan penarikan kesimpulan daripada mencoba menggali dan menelusuri sendiri pemikiran tersebut.
            Kurzman menyodorkan tiga gagasan mengenai Islam Liberal (hal ini barangkali bisa dijadikan representasi umum inti dari aliran tersebut), yakni :
(1)   Syariat liberal, (2) Syariat diam, (3) Penafsiran syariat
Secara ringkas, “Mazhab” Islam Liberal ini sebenarnya berakar pad aide demokrasi. Pemikiran-pemikiran lain sebagai kelanjutannya akan terlihat sangat bertumpu diatas paham demokrasi ini; seperti gagasan pemisahan negara dengan agama, hak-hak wanita dalam kepemimpinan politik dan kekuasaan, kebebasan penafsiran teks-teks agama, kebebasan berfikir dan berpendapat, toleransi beragama, dialog dan keterbukaan antar agama, pluralisme, demokrasi relligius,dll.
            Pemikiran mengenai hubungan negara dengan agama (Islam) merupakan persoalan krusial yang paling banyak mendapat penolakan dan tantangan dari pengusung Islam Liberal. Argumentasi yang sering dipakai:
(1)   Negara Islam tak pernah dikenal dalam sejarah;
(2)   Negara adalah kehidupan duniawi, berdimensi rasional, dan kolektif; sedangkan agama berdimensi spiritual dan pribadi;
(3)   Masalah kenegaraan tidak menjadi bagian integral dari Islam;
(4)   Islam tidak mengenal konsep pemerintahan definitif, misalnya dalam suksesi kekuasaan;
(5)   Rasulullah Muhammad SAW hanya menjadi penyampai risalah, tidak mengepalai suatu institusi politik;
(6)   Al-Qur’an dan Sunnah tidak pernah menyebut, Dirikanlah negara Islam! Dan sebagainya.
Kebebasan dan kebolehan beragamnya manafsirkan dalil-dalil menjadi imbas dari gagasan berpikir serta berpendapat. Demikianlah, semua pemikiran ini akan berlindung dibalik induknya: pemikiran demokrasi.

DIBALIK MUNCULNYA ”MAZHAB” ISLAM LIBERAL

            Jika dicermati dalam segi sejahterahnya, gagasan liberalisasi dalam wacana pemikiran Islam sebenarnya bukan masalah baru. Penelusuran terhadap asal-usul kemunculannya akan mengantarkan kita pada penemuan akar masalahnya, yakni ketika kelemahan dan kemunduran taraf berpikir merajalela ditengah umat Islam sendiri.
            Masa-masa itu, perjalanan Islam terposisikan sebagai pihak tertuduh. Kenneth Cragg, seorang orientalis Kristen, melihat dengan kacamata gelap ketika mengemukakan pandangannya, Islam harus mengawali perubahan dalam semangatnya atau mengecam relevansi dirinya dengan tuntutan kehidupan. Hal ini telah mendorong munculnya sikap defensif terhadap Islam, dengan pernyataan, Islam tidak menolak kemajuan.
            Fase berikutnya, Islam telah disejajarkan dengan standar-standar lain, atau dinilai dengan nilai-nilai tidak proporsional. Dengan begitu, dikatakan misalnya, Islam layak karena ia dibangun berdasarkan prinsip demokrasi. Islam bersifat dinamis dan fleksibel. Islam adalah baik, karena mengajarkan pemikiran ini dan itu. Demikianlah, para intelektual berusaha menggali Islam dengan nilai-nilai yang dipinjam dari aliran-aliran liberal asing. Walhasil, sebelum kemunculan pemikir-pemikir moderat dan liberal masa kini di Dunia Islam, sebenarnya telah muncul lokomotif liberalisasi pemikiran yang berusaha mengkompromikan pemikiran-pemikiran Islam dengan Barat. Para tokohnya antara lain adalah Rufa ah at-Thathawi (Mesir), Khairuddin at-Tinisi (Tunis), dan lain-lain.
            Dapatkah Islam, sebagai agama dan peradaban, menerima tuntutan-tuntutan modernitas? Memasuki akhir abad ke-19, pertanyaan seperti itu dan yang serupa, muncul berkaitan dengan majunya teknologi dan ilmu pengetahuan. Ernest Renan, pemikir Prancis terkenal dan salah seorang orientalis mengatakan, ”Tidak”. Bukan karena pemeluk-pemeluk Islamnya, tetapi justru karena Islam itu sendiri. Baginya, ada sesuatu yang salah dalam karakter Islam.
Hari ini, Islam digambarkan oleh media-media populer Barat sebagai ancaman Barat dalam aspek ekonomi, peradaban, demografi, dan politik. Penulis Prancis, Raymond Aron mengingatkan bahaya perang revolusioner dengan kekuatan Islam. Huntingon dalam tesisnya, ”The Clash of Civilisation” atau perang peradaban, juga menempatkan Islam sebagai calon Islam peradaban Barat di masa depan.
            Kekhawatiran kebangkitan Islam sepertinya membuat Barat merasa tidak cukup hanya menundukkan Dunia Islam secara politis, militer, dan ekonomi. Persoalan terbesar mereka kini adalah bilamana umat Islam menemukan kembali ideologinya, maka eksistensi peradaban Barat yang hanya menghasilkan kemajuan material namun telah merusak tatanan kehidupan ekonomi, sosial, dan politik akan terguncang.
            Melekatkan istilah liberal terhadap Islam adalah perang tendensius secara teologis maupun ideologis. Barat kini sedang memasang umpan untuk menghantam Islam dengan melekatkan dua konsepsi yang berbeda secara diametral dalam satu istilah. Tujuannya adalah memalingkan umat dari keterikatannya pada akidah dan hukum-hukum Islam untuk kemudian menerima pradigma nilai-nilai Barat. Padahal, Islam adalah agama samawi yuang diturunkan Allah SWT kepada Muhammad SAW, untuk mengatur interaksi antara manusia dengan Rabbnya, dengan dirinya sendiri, dan dengan manusia lainnya. Sebaliknya, liberalisme sendiri merupakan suatu filosofi yang muncul di Eropa pada pergolakan kelas menengah ketika menentang hak-hak khusus pihak kerajaan, aristokrat, dan kaum gereja. Liberalisme muncul pada masa renaissance yang menjadi pemicu terjadinya Revolusi Prancis dan Amerika.

TAK BUTUH ATURAN BARU

Pada intinya, madzhab Islam liberal berupaya untuk menggabungkan antara Islam dengan budaya Barat, atau mencampurkan Islam dengan aturan-aturan lain yang menurut persangkaan mereka akan lebih sempurna dari aturan Islam murni yang diturunkan oleh Allah melalui RasulNya Muhammad SAW. Sungguh ini adalah tujuan yang keji terhadap Islam, tikaman yang menyakitkan atas satu-satunya dien yang diridhai oleh Allah ini. Padahal Allah telah mengabarkan kepada kita bahwa :
”Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagimu agamamu (Islam).”
Sehingga tak butuh lagi ideologi-ideologi sampah lain yang justru akan mengotori kesucian Islam itu sendiri.

Wallahu a’alam

Sumber : Buletin Islam USWATUNA

Terima kasih sudah berkunjung

 

padepokan abu-abu Copyright © 2015 -- Powered by jhorendra