Selamat Membaca

Tampilkan postingan dengan label Tentang Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Agustus 2011

MASJID-MASJID UNIK YANG ADA DI INDONESIA

Masjid merupakan tempat ibadah bagi umat Islam. Di Indonesia sendiri terdapat banyak sekali Masjid yang semua itu memiliki bentuk yang berbeda-beda antara Masjid satu dengan yang lainnya.
Diantara masjid-masjid tersebut, ada beberapa masjid yang bangunannya itu sangat unik dan menarik untuk dilihat.

Dan berikut beberapa Masjid unik yang ada di Indonesia yaitu :



1. Masjid Muhammad Cheng Hoo, Surabaya


Masjid Cheng Hoo Surabaya adalah Masjid bernuansa Muslim Tionghoa yang berlokasi di Jalan Gading, Ketabang, Genteng, Surabaya atau 1.000 m utara Gedung Balaikota Surabaya. Masjid ini didirikan atas prakarsa para sespuh, penasehat, pengurus PITI, dan pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Indonesia Jawa Timur serta tokoh masyarakat Tionghoa di Surabaya. Pembangunan masjid ini diawali dengan peletakkan batu pertama 15 Oktober 2001 bertepatan dengan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Sedangkan pembangunannya baru dilaksanakan 10 Maret 2002 dan baru diresmikan pada 13 Oktober 2002.

Masjid Cheng Hoo, atau juga dikenal dengan nama Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya, tidak berbentuk seperti mesjid pada umumnya karena dibuat dengan arsitektur khas Tiongkok. Bangunan masjid ini menyerupai kelenteng (rumah ibadah umat Tri Dharma), gagasan ini untuk menunjukkan identitas sebagai muslim Tionghoa di Indonesia dan untuk mengenang leluhur warga Tionghoa yang mayoritas beragama Buddha.

Rancangan awal Masjid Muhammad Cheng Hoo di Surabaya diilhami dari bentuk Masjid Niu Jie di Beijing yang dibangun pada tahun 996 Masehi. Masjid ini dibangun dengan konsep tanpa pintu sebagai simbol keterbukaan. Siapa pun, dari etnis apapun, berhak menggunakan masjid ini untuk beribadah. Masjid ini diharapkan dapat menjembatani segala perbedaan dalam masyarakat Indonesia.
 
Secara keseluruhan Masjid Muhammad Cheng Hoo berukuran 21 x 11 meter, dengan bangunan utama 11 x 9 meter. Pada sisi utara dan selatan bangunan utama terdapat bangunan pendukung yang lebih rendah daripada bangunan utama. Bagian atas dari bangunan utama bertingkat 3 dari pengaruh Hindu Jawa. Bentuknya menyerupai pagoda, berbentuk segi 8 (pat kwa). Angka 8 dalam bahasa Tionghoa disebut Fat yang berarti jaya dan keberuntungan. Anak tangga di bagian serambi masjid berjumlah 5, representasi rukun Islam. Sedangkan anak tangga di bagian dalam masjid berjumlah 6, representasi rukun iman.

Gedung ini terletak di areal komplek gedung serba guna PITI (Pembina Imam Tauhid Islam) Jawa Timur Jalan Gading No.2 (Belakang Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa), Surabaya. Masjid ini didominasi warna merah, hijau, dan kuning. Ornamennya kental nuansa Tiongkok lama. Pintu masuknya menyerupai bentuk pagoda, terdapat juga relief naga dan patung singa dari lilin dengan lafaz Allah dalam huruf Arab di puncak pagoda. Di sisi kiri bangunan terdapat sebuah beduk sebagai pelengkap bangunan masjid. 
Mesjid ini tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai salah satu masjid terunik.

Selain Surabaya di Palembang juga telah ada masjid serupa dengan nama Masjid Cheng Ho Palembang atau Masjid Al Islam Muhammad Cheng Hoo Sriwijaya Palembang.

2. Masjid An-Nurumi, Yogyakarta

Masjid An Nurumi merupakan masjid kecil tempat ibadah umat muslim yang terletak di tepi jalan Jogja-Solo km 15, Candisari Kalasan Yogyakarta dengan arsitektur cukup unik. Kubah atapnya mirip bangunan di Moscow, Russia. Kubahnya berbentuk aneh dan berwarna-warni. Mesjid ini dikenal juga dengan nama Masjid Kremlin.
Ada juga yang menjuluki Masjid Permen, sebab kubahnya warna-warni mirip permen lolipop. karena unik, menarik dan warna-warni kubahnya banyak orang yang melintasi singgah dimasjid ini hanya untuk sekedar ingin memenuhi keingintahuan mereka bangunan apakah itu.

Kalau diamati memang kubah-kubahnya mirip sekali dengan arsitektur gaya istana Saint. Basil cathedral yang di Kremlin, namun hanya kubahnya saja yang mengadapatasi kubah gaya moscow, bangunan di dalamnya seperti masjid pada umummnya yang memiliki mimbar bergaya jawa.





3. Masjid Menara Kudus

Masjid Menara Kudus terletak di desa Kauman, kecamatan Kota, kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Masjid ini adalah perpaduan antara budaya Islam dengan budaya Hindu.

Masjid Menara Kudus disebut juga sebagai mesjid Al Aqsa dan Mesjid Al Manar adalah mesjid yang dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1549 Masehi atau tahun 956 Hijriah. Hal ini terlihat dari batu tulis yang terletak di Pengimaman masjid, yang bertuliskan dan berbentuk bahasa Arab, yang sukar dibaca karena telah banyak huruf-huruf yang rusak.Batu itu berperisai, dan ukuran perisai tersebut adalah dengan panjang 46 cm, lebar 30 cm. Konon kabarnya batu tersebut berasal dari Baitul maqdis ( Al Quds ) di Yerussalem - Palestina. Dari kata Baitul maqdis itulah muncul nama Kudus yang artinya suci, sehingga masjid tersebut dinamakan masjid Kudus dan kotanya dinamakan dengan kota Kudus.

Keunikan dari bangunan masjid ini adalah menara berbentuk candi bercorak Hindu Majapahit. Bentuk arsitekturalnya yang sangat khas untuk sebuah menara masjid itulah yang menjadikannya begitu mempesona.
Menara Kudus itu tingginya kira-kira 17 meter, di sekelilingnya dihias dengan piringan-piringan bergambar yang kesemuanya berjumlah 32 buah banyaknya. 20 buah diantaranya berwarna biru serta berlukiskan masjid, manusia dengan unta dan pohon kurma. Sedang 12 buah lainnya berwarna merah putih berlukiskan kembang. Dalam menara ada tangganya yang terbuat dari kayu jati yang mungkin dibuat pada tahun 1895 M. Tentang bangunannya dan hiasannya jelas menunjukkan hubungannya dengan kesenian Hindu Jawa. Karena bangunan Menara Kudus itu terdiri dari 3 bagian : (1) Kaki (2) Badan dan (3) Puncak bangunan. Dihiasi pula dengan seni hias, atau artefix ( hiasan yang menyerupai bukit kecil ).

Masjid Menara Kudus ini terdiri dari 5 buah pintu sebelah kanan, dan 5 buah pintu sebelah kiri. Jendelanya semuanya ada 4 buah. Pintu besar terdiri dari 5 buah, dan tiang besar di dalam masjid yang berasal dari kayu jati ada 8 buah. Namun masjid ini tidak sesuai aslinya, lebih besar dari semula karena pada tahun 1918 - an telah direnovasi. Di dalamnya terdapat kolam masjid, kolam yang berbentuk "padasan" tersebut merupakan peninggalan jaman purba dan dijadikan sebagai tempat wudhu. Masih menjadi pertanyaan sampai sekarang, apakah kolam tersebut peninggalan jaman Hindu atau sengaja dibuat oleh Sunan Kudus untuk mengadopsi budaya Hindu. Di dalam masjid terdapat 2 buah bendera, yang terletak di kanan dan kiri tempat khatib membaca khutbah. Di serambi depan masjid terdapat sebuah pintu gapura, yang biasa disebut oleh penduduk sebagai "Lawang kembar", konon kabarnya gapura tersebut berasal dari bekas kerajaan Majapahit dahulu, gapura tersebut dulu dipakai sebagai pintu spion.



 
4. Masjid bawah tanah Taman sari



Masjid ini berada di kompleks situs Taman Sari, Yogyakarta. Sesuai dengan namanya, masjid ini letaknya berada di bawah tanah. Masjid Tamansari dibangun pada paruh pertama abad lalu. Masjid ini memiliki arsitektur yang unik.

Masjid bawah tanah ini terdiri atas dua lantai berbentuk bulat dengan rongga- rongga jendela di bagian luarnya. Lantai bawah dipakai untuk jamaah wanita, lantai atas untuk jamaah pria. Di setiap lantai dapat kita temui lubang tempat imam memimpin ibadah. Lantai atas dan lantai bawah terhubung oleh lima buah tangga yang saling terhubung dan dibawahnya terdapat sebuah kolam kecil berbentuk bulat di tengah masjid serta tangga yang melintang di atasnya yang konon kolam itu digunakan untuk berwudhu oleh para jemaah namun kini kolam tersebut telah ditutup.

Untuk memasuki masjid ini kita hanya dikenakan biaya sukarela saja.



5. Masjid Pintu Seribu


Nama aslinya Masjid Nurul Yakin, atau lebih dikenal dengan sebutan masjid Sewu (seribu) memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan masjid lainnya karena mesjid ini memiliki seribu pintu. Masjid seribu ini menjadi salah satu tempat paling menarik bagi wisatawan. Lokasinya di Kampung Bayur, Priuk Jaya, Jatiuwung, Kabupaten Tangerang, Banten. Cukup mudah dijangkau dengan mobil. Hanya beberapa menit dari pusat Kota Tangerang.
Disebut Masjid Pintu Seribu karena memiliki begitu banyak pintu. Bahkan, pengelola masjid pun tidak tahu persis berapa jumlah pintu yang ada. Karena mereka tidak pernah menghitung jumlah pintu yang ada di masjid itu.

Dari segi usia, masjid ini tergolong muda. Didirikan sekitar tahun 1978. Pendirinya seorang warga keturunan Arab yang warga sekitar menyebutnya dengan Al-Faqir. Semua pembiayaan ia tanggung sendiri. Sebagai penghormatan, warga sekitar memberinya gelar Mahdi Hasan Al-Qudratillah Al-Muqoddam. Kabarnya, Al-Faqir juga sedang membangun masjid serupa di Karawang, Madiun, dan beberapa kota lain di Indonesia.
Pembangunan masjid ini bahkan tidak memakai gambar rancang. Tidak ada disain dasar yang bisa menampilkan corak arsitektur tertentu. Ada pintu-pintu gerbang yang sangat ornamental mengikuti ciri arsitektur zaman Baroque, tetapi ada juga yang bahkan sangat mirip dengan arsitektur Maya dan Aztec.
Sekarang, bangunan mesjid ini sudah mencapai luas sekitar satu hektar. Diharapkan akan semakin banyak warga kampung mewakafkan tanahnya untuk memperluas bangunan mesjid di masa datang.

Di beberapa pintu, tampak ornamen dengan angka 999. Menurut Pak Karim, salah seorang pengurus, angka itu merupakan simbolisasi asma Allah. Di antara pintu-pintu masjid terdapat banyak lorong sempit dan gelap yang menyerupai labirin. Di ujung lorong ada beberapa ruang berukuran sekitar 4 kali 3 meter persegi. Ruang-ruang diberi nama, antara lain, Fathulqorib, Tanbihul-Algofilin, Safinatul-Jannah, Fatimah, dan lain-lain.

Salah satu ruang bawah tanah itu ada yang agak luas. Di sini terdapat sebuah tasbih superbesar dari kayu. Garis tengah masing-masing butir tasbihnya sekitar 10 sentimeter. Atau sekitar kepalan orang dewasa. Ruang ini biasa dipakai Al Faqir untuk berzikir.
Biasanya, pemandu sengaja mematikan lampu di ruangan itu, dan mengajak yang hadir untuk membayangkan saat-saat di alam kubur yang begitu sempit, pengap, dan gelap. Kemudian ia mengajak berdoa bersama dalam keheningan dan kegelapan.

Semua lorong-lorong itu akhirnya menuju sebuah ruang terbuka yang mirip stadion sepak bola. Di tempat inilah dilakukan shalat berjamaah.



6. Masjid Perahu

Masjid yang terletak di sebuah gang kecil yang terapit oleh Apartemen Casablanca, Jakarta ini aslinya bernama Al Munada Darrusalam. Lantaran dipayungi dua gedung pencakar langit Casablanca Mention dan sebuah apartemen lain, membuat Masjid Perahu yang dikelilingi pohon besar dan rindang ini terasa nyaman dan sejuk. Bahkan suara lalu lalang kendaraan lenyap tak terdengar.

Selain lokasinya yang ‘tidak wajar’, masjid ini memiliki beberapa keunikan, salah satunya bangunan kokoh berbentuk perahu, atau lebih mirip kapal patroli. Bangunan perahu dari beton itulah yang membuat masjid ini disebut Masjid Perahu.
Ide pembuatan bangunan perahu itu lahir dari pendiri masjid, KH Qosim Abdurrahman Maksum. Sesepuh Nahdlatul Ulama DKI ini biasa disapa Kyai Maksum. Semula Kyai Maksum membangun sebuah musholla sekitar tahun 1963 diatas tanah wakaf  seluas 1.500 meter. Bangunan musholla seluas 6 x 8 meter yang masih utuh itu kini menjadi bangunan utama masjid. Persis di belakang masjid berdiri kokoh bangunan perahu dua lantai. Lantai atas digunakan sebagai ruang rapat atau tempat menginap tamu dari luar kota, sementara di lantas dasar ada tempat wudhu dan ruang kholwat untuk semedi.

Setelah Kyai Maksum wafat, tanggung jawab mengurus masjid dipegang adik kandungnya, KH. Mahmud Yunus. Menurut cerita, bangunan perahu diibaratkan scbagaf penyelamat kaum muslim yang dahulunya dijadikan transportasi Nabi Nuh dalam menyelamatkan umatnya dari peristiwa air bah.

Di dalam ruang utama, berdiri tegak empat tiang penyangga ayng diartikan sebagai empat sifat nabi Muhammad. Keempat tiang itu  terbuat dari kayu jati berdiameter kira-kira 60-an cm. Dua pilar belakang terbuat dari gelondongan kayu utuh tanpa sentuhan pahat.
Sedangkan dua di depan terbuat dari potongan-potongan kayu jati yang disatukan dan diukir dengan ukiran Arab. Tiang depan bagian kanan bertuliskan Asmaul Husna, sementara tiang depan kirinya bertuliskan nama-nama baik Nabi Muhammad.

Bagian depan masjid dibuat sangat istmewa. Ukiran kaligrafi menghias seluruh mimbar, sedangkan lantai tempat imam sholat dibuat khusus beralaskan batu pualam yang dilapisi kaca transparan mirip akuarium.
Di sisi luar bangunan utama berdiri tegak lima tiang penyangga, yang berarti jumlah rukun iman. Lantai bangunan utama dilapisi marmer, jamaah tidak perlu lagi menggunakan sajadah untuk sholat. Selain bersih, marmer itu terasa nyaman dan sejuk.

Kubah masjid ini berbentuk dua kerucut mirip tumpeng. Kubah menjulang itu dilapisi kayu sirap sehingga terkesan alami. Tepat diujung kubah ada miniatur pohon terbuat dari emas dan perak. Ada 99 helai daun  terbuat dari emas murni. Di masing-masing daun terukir asmaul husna, sementara batang dan rantingnya terbuat dari perak. Pohon emas itu ditutup kawat baja agar tidak mudah rusak tertiup angin atau dicuri orang.







7. Masjid Cipari

Masjid Cipari atau As-Syuro, adalah salah satu masjid tertua di Garut, Jawa Barat. Tepatnya berada di kawasan pesantren kuno yang telah berdiri sejak tahmi 1933 di Kampung Cipari, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Masjid dan pesantren yang dapat dimasuki dari jalan utama desa ini juga diberi warna sesuai dengan nama desanya, Cipari. Meskipun letaknya agak terpencil, masjid dan pesantren itu kini cukup terkenal di Kota Garut. 
Masjid ini sebenarnya telah berdiri sejak tahun 1895, tetapi dalam kondisi masih sangat sederhana. Sejak awalnya masjid ini telah berada di dalam kompleks pesantren dan dikelilingi hanya sekitar 20 rumah penduduk. Lalu pada tahnn 1933 masjid dibangun dan diperluas seiring dengan kemajuan pesat yang dialami pesantren. Pembangunannnya selesai pada tahun 1935 dengan luas bangunan lebih kurang 75 x 30 meter.

Bentuk bangunan mesjid ini cukup unik karena mirip bangunan gereja dengan bentuk bangunannya yang memanjang dengan pintu utama persis ditengah-tengah nampak muka bangunan, juga keberadaan menaranya yang terletak di ujung bangunan persis diatas pintu utama.

Yang juga menjadikan Masjid Cipari istimewa adalah adanya langgam art deco pada bangunan. Sejauh ini hampir tidak pernah dijumpai masjid kuno yang menggunakan langgam seperti itu di seluruh wilayah di Indonesia. Selain itu, langgam art deco ini berada pada bangunan di pelosok desa Cipari, Garut ini. Lain halnya bila langgam seperti ini marak di kota-kota di Jawa,
seperti Surabaya, Semarang, dan terutama Bandung. Bahkan Kota Bandung sempat dijuluki sebagai
surga bangunan bergaya art deco.
Masjid Cipari ini juga memiliki sejarah perjuangan, karena dahulu digunakan sebagai basis perjuangan rakyat dan tentara. 

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Meskipun dengan bentuk bangunan yang unik, semoga saja Masjid-masjid tersebut tetap bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya kegunaan dari masjid itu sendiri. Dan juga, masjid-masjid tersebut juga bisa tetap di pertahankan dan dijaga, supaya tetap menjadi situs peninggalan budaya Islam di Indonesia. Dan pastinya tetap ramai oleh para muslimin...

semoga bermanfaat... :)

Sumber-sumber:
http://indonesiatop.blogspot.com/2009/09/tujuh-mesjid-unik-di-indonesia.html
http://id.wikipedia.com
http://my80vity.blogspot.com
http://www.navigasi.net
http://detik.travel
http://www.eramuslim.com
http://cipari.multiply.com
gambar : searching di http://google.co.id



salam payuah!!! waningalah.blogspot.com

Minggu, 28 Agustus 2011

MASJID-MASJID TERBESAR DAN TERMEGAH DI INDONESIA

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Ini tadi nggak tau lagi mikir apa, tiba-tiba pengen banget nyari informasi yang berhubungan sama Masjid-masjid. Jadinya, saya browsing-browsing, dan ternyata di Indonesia, banyak banget Masjid yang bagus-bagus, nggak nyangka banget...Dan akhirnya terpilihlah beberapa Masjid ini.
Cuma sekedar pengen berbagi informasi saja, ini saya postingkan informasi tentang masjid-masjid besar dan megah yang ada di Indonesia, semoga bisa bermanfaat buat temen-temen..
Langsung aja ya, ini informasinya :



1. Masjid Istiqlal Jakarta


Masjid Istiqlal adalah masjid yang terletak di pusat ibukota negara Republik Indonesia, Jakarta. Masjid ini adalah masjid terbesar di Asia Tenggara. Masjid ini diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Ir. Sukarno di mana pemancangan batu pertama, sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Istiqlal dilakukan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1951. Arsitek Masjid Istiqlal adalah Frederich Silaban.

Masjid Istiqlal Jakarta merupakan salah satu masjid terbesar yang ada di Indonesia, bahkan menurut beberapa informasi adalah salah satu Masjid Terbesar di Asia Tenggara. Selain itu juga, beberapa informasi menyebutkan bahwa Masjid Istiqlal Jakarta ini adalah Masjid Terbesar ke-4 di dunia.

Masjid Istiqlal berada di timur laut lapangan Monumen Nasional (Monas). Bangunan utama masjid ini terdiri dari lima lantai. Masjid ini mempunyai kubah yang diameternya 45 meter. Masjid ini mampu menampung orang hingga lebih dari 200.000 (dua ratus ribu) jamaah. Luas tanah 12 ha, dan  Luas bangunan 7 ha.

Selain digunakan sebagai aktivitas ibadah umat Islam, masjid ini juga digunakan sebagai kantor Majelis Ulama Indonesia, aktivitas sosial, dan kegiatan umum. Masjid ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata yang terkenal di Jakarta. Kebanyakan wisatawan yang berkunjung umumnya wisatawan domestik, dan sebagian wisatawan asing yang beragama Islam. Tidak diketahui apakah umat non-Islam dapat berkunjung ke masjid ini.

Pada tiap hari besar Islam seperti Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, Tahun Baru Hijriyah, Maulid Nabi Muhammad dan Isra dan Mi'raj, presiden Republik Indonesia selalu mengadakan kegiatan keagamaan di masjid ini yang disiarkan secara langsung melalui televisi.



2. Masjid Islamic Center Samarinda

Masjid Islamic Center Samarinda adalah masjid yang terletak di  Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, yang merupakan masjid termegah dan terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal. Dengan latar depan berupa tepian sungai Mahakam, masjid ini memiliki menara dan kubah besar yang berdiri tegak.
Dan menurut beberapa sumber, masjid ini menjadi salah satu masjid termegah, dan indah yang ada di Indonesia dan Asia tenggara.

Masjid ini memiliki luas bangunan utama 43.500 meter persegi. Untuk luas bangunan penunjang adalah 7.115 meter persegi dan luas lantai basement 10.235 meter persegi. Sementara lantai dasar masjid seluas 10.270 meter persegi dan lantai utama seluas 8.185 meter persegi. Sedangkan luas lantai mezanin (balkon) adalah 5.290 meter persegi. Lokasi ini sebelumnya merupakan lahan bekas areal penggergajian kayu milik PT Inhutani I yang kemudian dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Setiap bangunan yang ada di Masjid ini mempunya beberapa filosofi. Misalnya, bangunan masjid ini memiliki sebanyak 7 menara dimana menara utama setinggi 99 meter yang bermakna asmaul husna atau nama-nama Allah yang jumlahnya 99. Menara utama itu terdiri atas bangunan 15 lantai masing-masing lantai setinggi rata-rata 6 meter. Sementara itu, anak tangga dari lantai dasar menuju lantai utama masjid jumlahnya sebanyak 33 anak tangga. Jumlah ini sengaja disamakan dengan sepertiga jumlah biji tasbih.

Selain menara utama, bangunan ini juga memiliki 6 menara di bagian sisi masjid. Masing-masing 4 di setiap sudut masjid setinggi 70 meter dan 2 menara di bagian pintu gerbang setinggi 57 meter. Enam menara ini juga bermakna sebagai 6 rukun iman.



3. Masjid Raya Baiturrahman, Aceh

Masjid Raya Baiturrahman adalah sebuah masjid yang berada di pusat Kota Banda Aceh. Masjid ini dahulunya merupakan masjid Kesultanan Aceh. Masjid ini cukup terkenal di Indonesia bahkan di Dunia, karena memiliki keindahan arsitektur dan nilai sejarahnya.

Nama Masjid Raya Baiturrahman ini berasal dari nama Masjid Raya yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1022 Hijriah bersamaan dengan tahun 1612 Miladiyah. Riwayat lain menyebutkan bahwa yang mendirikan Masjid Raya Baiturrahman di Zaman kerajaan Aceh ialah Sultan Alidin Mahmudsyah pada tahun 1292 Miladiyah.

Sewaktu Belanda menyerang kota Banda Aceh pada tahun 1873, masjid ini dibakar, kemudian pada tahun 1875 Belanda membangun kembali sebuah masjid sebagai penggantinya.
Mesjid ini berkubah tunggal dan dapat diselesaikan pada tanggal 27 Desember 1883. Selanjutnya Mesjid ini diperluas menjadi 3 kubah pada tahun 1935. Terakhir diperluas lagi menjadi 5 kubah (1959-1968).

Luas ruangan dalam Masjid menjadi 4.760 m2 berlantai marmer buatan Italia, jenis secara dengan ukuran 60 x 120 cm dan dapat menampug 9.000 jama’ah. Dengan perluasan tersebut, Masjid Raya Baiturrahman sekarang memiliki 7 kubah, 4 menara, dan 1 menara induk.
Dari masa kemasa Masjid Raya Baiturrahman telah berkembang pesat baik ditinjau dari segi arsitektur, peribadatan maupun kegiatan kemasyarakatan sesuai dengan perkembangan, luas area Masjid Raya Baiturrahman ± 4 Ha, didalamnya terdapat sebuah kolam, menara induk dan bagian halaman lainya ditumbuhi rumput yang ditata dengan rapi dan indah diselingi tanaman/pohon hias.
Masjid ini merupakan salah satu masjid yang terindah di Indonesia yang memiliki bentuk yang manis, ukiran yang menarik, halaman yang luas dan terasa sangat sejuk apabila berada di dalam ruangan masjid tersebut.



4. Masjid Modern Al Markaz Al Islami, Makasar

Masjid Al Markaz Al Islami Makasar adalah sebuah masjid yang berada di Jalan Mesjid Raya, kecamatan Bontala, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Masjid Al Markaz berada di Jalan Mesjid Raya, kecamatan Bontala, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Dari kejauhan, masjid ini memang nampak megah dan berarsitektur indah. Arsitektur Al Markaz Al Islami memang dipengaruhi oleh Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah Al Munawwarah. Arsitek Ir. Achmad Numan yang merancang Al Markaz juga menambahkan unsur arsitektur Masjid Katangka Gowa dan rumah adat Bugis-Makassar pada umumnya. Karenanya masjid ini tidak memiliki kubah atau atap bundar, tetapi kuncup segi empat meniru kuncup Masjid Katangka dan rumah Bugis-Makassar.

Ide awal lahir dari Almarhum Jenderal M. Jusuf yang ketika tahun 1989 menjadi Amirul Hajj (pimpinan perjalanan haji) menyampaikan keinginannya mendirikan masjid yang monumental di Makassar.
Masjid besar ini sengaja ditempatkan di Makassar bukan karena almarhum M. Jusuf berasal dari Sulawesi Selatan. Alasan tepatnya adalah, karena Makassar merupakan titik sentral kawasan timur Indonesia, dan masyarakatnya cukup agamis, terlihat dari jumlah jemaah haji yang cukup banyak dari sini. Saat awal pembangunannya, disepakati nama masjid ini adalah Al Markaz Al Islami. Seiring perkembangan waktu, nama pun berubah. Setelah digunakan selama sepuluh kali Bulan Ramadhan, Masjid Al Markaz Al Islami menggunakan nama barunya, yakni Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M. Jusuf. Penggantian nama tersebut sebagai penghargaan kepada almarhum M. Jusuf yang telah memprakarsai berdirinya masjid terbesar di Asia Tenggara.

Menempati luas areal 72.229 m2 atau 7,229 ha, didirikanlah Masjid Al-Markaz Al-Islami. Pemancangan tiang pertamanya dilakukan dalam suatu upacara khidmat pada tanggal 8 Mei 1994, dan dinyatakan selesai tanggal 12 Januari 1996 dengan memakan biaya 12 miliar rupiah. Bangunan utama terdiri dari tiga lantai, diperuntukkan untuk ruang kantor sekretariat, aula, perpustakaan, pendidikan, koperasi, dan kantor MUI Sulsel.

Masjid besar yang bernaung di bawah Yayasan Islamic Center ini mampu menampung sampai 10.000 jamaah. Keberadaannya sangat terkenal ke seluruh nusantara, bahkan hingga manca negara dengan nama Al Markaz Al Islami. Selain sebagai tempat ibadah, Al Markaz Al Islami juga menjadi pusat pengembangan dan penelitian serta pendidikan. Di sini terdapat TK Islam Al Markaz, pelatihan-pelatihan, kuliah dhuha, dan perkemahan remaja.

Nuansa warna hijau yang sejuk dan teduh, Masjid Al Markaz Al Islami diharapkan menjadi salah satu pusat peradaban dan pengkajian Islam di Kawasan Indonesia Timur. Sekaligus juga menjadi kebanggan masyarakat Sulawesi Selatan. 



5. Masjid Dian Al-Mahri, Depok

Masjid Dian Al-Mahri Depok atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Kubah Emas adalah masjid yang berada di Kecamatan Limo, Depok

Masjid Dian Al-Mahri ini dibangun oleh Hj. Dian Djuriah Maimun Al Rasyid, pengusaha asal Banten, yang telah membeli tanah ini sejak tahun 1996. Masjid ini mulai dibangun sejak tahun 2001 dan selesai sekitar akhir tahun 2006. Masjid ini dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006, bertepatan dengan Idul Adha yang kedua kalinya pada tahun itu. Dengan luas kawasan 50 hektar, bangunan masjid ini menempati luas area sebesar 60 x 120 meter atau sekitar 8000 meter persegi. Masjid ini sendiri dapat menampung sekitar kurang lebih 20.000 jemaah. Kawasan masjid ini sering disebut sebagai kawasan masjid termegah di Asia Tenggara

Adalah kubah masjid yang menjadikan Masjid Dian Al-Mahri magnit bagi banyak umat Muslim di Indonesia. Kubahnya terbuat dari emas murni 24 karat. Di seluruh dunia ini, tak banyak masjid yang seperti ini. Hanya ada 8 buah, dan Masjid Dian Al-Mahri terbilang yang paling baru di antara 8 Masjid Kubah Emas.
Totalnya, Masjid Dian Al Mahri memiliki 5 kubah yang melambangkan jumlah rukun Islam. Satu kubah utama dan 4 kubah kecil. Uniknya, seluruh kubah dilapisi emas setebal 2-3 mm dan mozaik kristal. Bentuk kubah utama menyerupai kubah Taj Mahal. Kubah tersebut memiliki diameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter. Sementara 4 kubah kecil memiliki diameter bawah 6 meter, tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter.
 
Selain itu, interior dalamnya pun ekstra mewah. Ada lampu gantung yang didatangkan langsung dari Italia seberat 8 ton. Porselen dan beberapa ornamennya khusus diimpor dari Italia. Langit-langit kubah juga dilapisi lukisan yang bisa menyesuaikan dengan kondisi fisik pada waktu sholat. Biru langit jika siang dan gelap berbintang jika malam hari.

Selain itu karena luasnya area yang ada dan bebas diakses untuk umum, sehingga tempat ini sering menjadi tujuan liburan keluarga atau hanya sekedar dijadikan tempat beristirahat.


6. Masjid Nasional Al Akbar, Surabaya

Masjid Nasional Al Akbar atau biasa disebut Masjid Agung Surabaya ialah salah satu masjid terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kota Surabaya, Jawa Timur. Posisi masjid ini berada di samping Jalan tol Surabaya-Gempol. Ciri yang mudah dilihat adalah kubahnya yang besar didampingi 4 kubah kecil yang berwarna biru. Serta memiliki satu menara yang tingginya 99 meter.

Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) dibangun sejak tanggal 4 Agustus 1995, atas gagasan Walikota Surabaya saat itu, H. Soenarto Soemoprawiro. Pembangunan Masjid ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Presiden RI H. Tri Sutrisno. Namun karena krisis moneter pembangunannya dihentikan sementara waktu. Tahun 1999, masjid ini dibangun lagi dan selesai tahun 2001. Pada 10 November 2000, Masjid ini diresmikan oleh Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid.

Secara fisik, luas bangunan dan fasilitas penunjang MAS adalah 22.300 meter persegi, dengan rincian panjang 147 meter dan lebar 128 meter. 
Bentuk atap MAS terdiri dari 1 kubah besar yang didukung 4 kubah kecil berbentuk limasan serta 1 menara. Keunikan bentuk kubah MAS ini terletak pada bentuk kubah yang hampir menyerupai setengah telur dengan 1,5 layer yang memiliki tinggi sekitar 27 meter. Untuk menutup kubah, dipergunakan sebuah produk yang juga digunakan di beberapa masjid raya seperti Masjid Raya Selangor di Syah Alam (Malaysia). Ciri lain dari masjid raksasa ini adalah pintu masuk ke dalam ruangan masjid tinggi dan besar dan mihrabnya adalah mihrab masjid terbesar di Indonesia.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Itulah beberapa Masjid megah yang ada di Indonesia yang pantas kita banggakan, dan semoga saja, hanya besar dan megahnya saja, masjid sebagaimana fungsinya harus menjadi bagian dari tegaknya Agama Islam di Indonesia ini, semoga masyarakat sekitar senantiasa memakmurkan masjid-masjid tersebut dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Serta kita juga bisa tetap menjadi umat Islam yang lebih baik lagi dan bisa terus melanjutkan perjuangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam.. amiiin.....
Jika ada kesalahan, mohon dimaafkan...

Semoga bermanfaat..

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...


Sumber-sumber :
  • wikipedia.org
  • http://info.g-excess.com/id/info/AlmarkazaMasjidModernMakasar.info
  •   http://islamiccentersamarinda.blogspot.com/
  • Gambar-gambar : search di http://google.co.id
 
Salam payah!!! Waningalah.blogspot.com


Jumat, 26 Agustus 2011

TIDUR ALA NABI

TIDUR ITU PENTING

                Sehat merupakan suatu syarat kewibawaan bagi umat. Suatu umat yang kokoh akan mudah melaksanakan tugas-tugasnya, misinya, dan dalam mengemban amanah, sekaligus akan menjadi pemenang dalam melawan nafsu angkara. Inilah dimensi sehat dalam Islam, bukan semata memberi panduan bagaimana secara fisik dan jasmani orang harus mengupayakan kesehatannya, melainkan juga apa yang dianjurkan dalam praktek-prektek praktis pemeliharaan kesehatannya memiliki efek ruhaniah.
Dari kacamata ibadah, orang yang sehat dan kuat lebih dicintai Allah SWT dari pada orang yang lemah dan sering sakit-sakitan. Tengok saja hadist : Al mu’min alqowiyu khairun wa ahabbu ilallahi minal mu’min adh dho’if... (Mu’min yang sehat dan kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mu’min yang lemah...HR. Al-Bukhari).
            Selain menjaga tubuh agar tetap sehat dengan makan bergizi dan teratur, olahraga dan menghindari zat perusak tubuh, tidur yang berkualitas juga sangat penting. Tidur merupakan karunia yang tiada ternilai harganya karena menyangkut kelangsungan hidup manusia. Dengan tidur berarti mengatur kerja tubuh terutama otak sebagai pusat pengendali aktivitas manusia. Inilah rahasia kenapa Allah SWT menciptakan tidur bagi kita.


“ Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.” (Al-Furqan : 47)


TIDUR BERKUALITAS

                Dalam hal tidur kita mengenal kualitas dan kuantitas. Kualitas tidur jauh lebih penting dari kuantitas. Bisa jadi seseorang tidur 8-10 jam sehari namun tubuh masih merasa lelah, pikiran juga terasa masih berat. Kualitas tidur adalah hal yang sangat subyektif yang dirasakan oleh seseorang. Kualitas tidur yang baik adalah tidur yang nyenyak dan nyaman kemudian bangun pagi dengan segar dan dapat menikmati hari yang cerah, secerah matahari bersinar. Untuk itu memahami cara-cara tidur yang benar adalah hal yang perlu sekali. Dan Rasulullah SAW yang diangkat oleh Allah SWT sebagai uswah dan qudwah bagi segala urusan, termasuk tidur?!
Ada beberapa hal yang penting dilakukan sebagai persiapan agar tercapai tidur yang berkualitas :

1.       1. Persiapan Suasana Lingkungan

Tidur sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan luar, misalnya : tempat tidur, keadaan cuaca yang panas atau dingin. Faktor mekanispun dapat mengganggu tidur, misalnya suara yang ribut, cahaya yang menyilaukan dan lain sebagainya. Rasulullah SAW bahkan melarang untuk tidur langsung dibawah terik matahari, karena : menyebabkan kepanasan dan melemahkan kondisi tubuh, menimbulkan perubahan mendadak pada tubuh, dan dapat mengakibatkan shock hipertermia.
Oleh karena itu bukan pula hal yang tabu bagi kita untuk memperindah dan mempernyaman ruang tidur agar memperoleh kualitas tidur yang baik. Jangan sampai pula suasana kamar tidur membosankan bagi kita. Kalau perlu lakukan perubahan tata letak perabot. Mengingat ¼ sampai 1/3 waktu kita dalam sehari (6-8 jam) kita habiskan disana, hal ini jadi cukup penting. Tentu saja dalam melakukan ini kita tidak boleh berlebih-lebihan. Dengan cara yang sederhanapun dapat tercipta suasana kamar tidur yang luar biasa, layaknya kamar pengantin!

2.       2. Tahap Penurunan Tegangan

Dalam keseharian, aktivitas tubuh begitu tinggi. Sementara tidur bisa dikatakan nol aktivitas. Oleh karena itu untuk menuju aktivitas nol (tidur), tidak boleh dilakukan secara mendadak, meski sangat mengantuk sekalipun. Kalau dilakukan mendadak tak ubahnya seperti kita mengendarai mobil dengan kencang lalu tiba-tiba mengerem mendadak untuk menghentikan laju mobil. Apa yang akan terjadi? Tubuh kita akan terlempar kedepan (Hukum Newton I Kelembaman). Begitu pula dalam tidur. Ketika tanpa penurunan tension (tegangan) seseorang langsung tidur, maka pikirannya akan melayang dan terus berjalan. Biar kelihatan pulas, namun sering ketika bangun tubuh dan pikiran masih terasa lelah.
Rasulullah SAW mencontohkan proses penurunan tegangan ini dengan berbagai cara : misalnya bersiwak dan berwudhu. Dengan besiwak dan berwudhu tubuh akan terasa sejuk, metabolisme tubuh dan keteganganpun menurun karena didinginkan dengan air. Lebih jauh dari itu air wudhu dapat menyingkirkan gangguan-gangguan syetan yang membuat pikiran tidak tenang. Oleh karena itu jangan menganggap remeh siwak dan wudhu sebelum tidur. Dari shirah Rasulullah SAW di perang Badar kita juga dapat melihat peran air (hujan rintik-rintik) yang memberi kenyamanan dan menghilangkan gangguan syetan sebelum kemudian kaum muslimin tertidur (sebentar) sehingga ketika terbangun, mereka merasa segar dan lebih kuat.

Artinya : “(ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kaki(mu)” (Al-Anfaal : 11)

*Memperteguh telapak kaki disini dapat juga diartikan dengan keteguhan hati dan keteguhan pendirian.


3.       3. Tahap Pengkondisian Diri

Mengkondisikan diri untuk tidur adalah persiapan yang tidak kalah penting. Tahap ini tujuannya adalah untuk memberi kesadaran bagi alam pikiran kita dan mempersiapkan diri untuk mengalaminya. Tanpa tahap pengkondisian ini alam pikiran kita masih akan terbawa pada peristiwa-peristiwa dan kegiatan-kegiatan sebelum kita tidur. Ini yang sering menjadikan mengigau, tidur gelisah, sering terbangun, dll. Boleh dikata, dengan pengkondisian ini akan menjadikan tidur seseorang khusyuk. Sebagaimana kalau kita mau sholat dengan khusyuk, maka perlu pengkondisian terlebih dahulu. Rasulullah SAW mencontohkan beberapa hal pengkondisian, diantaranya : Beliau membersihkan tempat tidur terlebih dahulu, kemudian mengatur alas dan bantal yang tidak terlalu tinggi, tidur miring kesebelah kanan (tidak tengkurap karena membuat kerja jantung berat dan menjadikan dada sesak) sambil meletakkan tangan dibawah pipi, kemudian memejamkan mata. Beliau juga mengatur jarak antara makan malam dengan tidur, sehingga tidak tidur dalam keadaan kekenyangan karena akan memberatkan fungsi pencernaan.


4.       4. Tahap Kepasrahan

Tahap kepasrahan adalah hal yang penting. Kepasrahan berarti penyerahan total diri kita kepada Allah ketika kita tidur. Kepasrahan juga berarti mengikhlaskan segala kejadian yang terjadi seharian sebelum kita tidur, memohon ampun atas segala dosa, mengharap diterimanya amal, dan memaafkan semua kesalahan orang lain pada kita. Dengan cara ini jiwa kita akan tenang, tentram dan damai. Segala yang berlalu biarlah berlalu dan yang akan kita hadapi ketika tidur sampai bangun tidur nanti kita serahkan urusannya pada Allah SWT.
Rasulullah SAW mencontohkan pada kita dengan melakukan do’a. Tak ada langkah kepasrahan yang lebih baik dari berdo’a kepada Allah SWT Dzat Yang Maha Kuasa. Diantaranya do’a yang diajarkan :

Allahuma Aslamtu nafsi ilaika, wawajjahtu wajhi ilaika, wafawwadhtuamri ilaika, walja’tu dhahri ilaika, rahbatan warahbatan ilaika, laa maljaa wa laa manjaa minka illa ilaika, aamantu bikitabika alladzi anzalta, wabinabiyyika alladzi arsalta.
Artinya : “Wahai Allah, menyerahkan diri kepadaMu, menghadapkan wajah kepadaMu, menyerahkan segara urusan kepadaMu, dan saya sandarkan punggungku padaMu dengan penuh harapan dan rasa takut padaMu, tak ada tempat perlindungan atau keselamatan dari siksaanMu kecuali hanya kepadaMu. Saya beriman kepada kitab yang Kau turunkan dan Nabi yang Kau utus.” (HR. Bukhari Muslim)

Bismika Allahumma ahya wa amuut.
Artinya : “Dengan namaMu Ya Allah saya hidup dan mati.” (HR. Bukhari)

Beliau juga mengajarkan do’a perlindungan agar tidur kita yang khusyuk tidak terganggu syetan : Beliau meniup pada kedua tanggannya kemudian membaca surat Al-Falaq dan surat An-Naas serta mengusap kedua tanggannya ke seluruh badan. (HR. Bukhari Muslim)

Perbuatan seorang mu’min seperti ini jauh lebih indah daripada digunakannya obat-obat penenang untuk mencapai kedamaian jiwa yang malah menyesatkan.
Dengan mengucapkan do’a seperti tadi, hati akan menemukan ketenangan dan keteduhan serta terjauhkan dari kegelisahan serta bayangan tidak menentu.

             Bila ditinjau dari segi kesehatan yang menilai bahwa tidur yang paling baik adalah tidur yang dapat menghilangkan rasa sakit dan memulihkan kesehatan. Maka tidur menurut ajaran Nabi SAW telah memenuhi syarat. Tidur hanya menuju pada kesehatan jasmani namun juga kesehatan ruhani. Apa yang kita cari, telah dicontohkan dalam kehidupan Nabi SAW. 

Artinya : “Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-Ahzab : 21).”



Wallahu a’lam bishshawab.


Sumber : Buletin Gema Hidayah
Disususn oleh : Dr. Yudi B. Prabowo

Salam payah !!! http://waningalah.blogspot.com

Terima kasih sudah berkunjung

 

padepokan abu-abu Copyright © 2015 -- Powered by jhorendra